Rabu, 24 April 2013

BUAH ARA/TIN “Buah Alam Yang Paling Hampir Sempurna”





Pohon ara sering juga disebut dengan pohon tin, adalah pohon yang menghasilkan buah ara, yang banyak ditulis dan dibicarakan baik di Alkitab maupun di Alquran. Tanaman ini menurut klasifikasi Ilmiahnya adalah Kerajaan : Plantae, Divisi : Magnoliophyta, Kelas : Magnoliopsida, Ordo : Rosales, Famili : Moraceae, Genus: Ficus, Spesies: F. carica.
 
Pohon Ara/Tin (Ficus carica) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan yang berasal dari Asia Barat. Buahnya bernama sama dikenal dengan nama "Ara" (buah ara / pohon ara) sedangkan dalam bahasa inggris disebut figTumbuh di daerah Asia Barat, mulai dari pantai Balkan hingga Afganistan.  Sekarang dibudidayakan pula di Australia, Cile, Argentina, dan Amerika Serikat. 

Pohon Ara berupa pohon besar dan dapat tumbuh hingga 10m dengan batang lunak berwarna abu-abu. Daunnya cukup besar dan berlekuk dalam, 3 atau 5 cuping. Bunga Ara/tin tidak tampak karena terlindung oleh dasar bunga yang menutup sehingga dikira buah. Penyerbukan dilakukan oleh sejenis lebah  khusus, sama seperti serangga yang menyerbuki jenis-jenis Ficus lainnya. Yang disebut buah sebetulnya adalah dasar bunga yang membentuk bulatan. Tipe ini khas untuk semua anggota suku ara-araan (Moraceae). Buahnya berukuran panjang tiga hingga 5 cm, berwarna hijau, merah, kuning, keunguan sesuai jenisnya. Beberapa kultivar berubah warna menjadi ungu jika masak. Getah yang dikeluarkan pohon ini dapat mengiritasi kulit.
Buah Ara/tin dapat dimakan segar, dikeringkan, atau dibuat selai. Buah yang dipetik harus segera dimanfaatkan karena tidak dapat disimpan lama (mudah rusak). Di Bengali buah Ara/tin diolah sebagai sayuran.

Ara memiliki tingkat serat yang lebih tinggi dibandingkan buah maupun sayuran lainnya. Satu buah  ara kering mengandung dua gram serat.  Sudah mencukupi 20% dari asupan harian kita yang direkomendasikan. Penelitian selama lima belas tahun terakhir ini telah mengungkapkan bahwa serat dalam makanan nabati sangat penting untuk fungsi reguler dari sistem pencernaan.Hal ini diketahui bahwa serat dalam makanan membantu sistem pencernaan dan juga mengurangi resiko beberapa jenis kanker. Ahli gizi menggambarkan  dengan mengkonsumsi  buah ara ( Tin)  yang kaya serat, merupakan cara ideal untuk meningkatkan asupan serat dalam tubuh.
Bahan makanan berserat dibagi menjadi dua jenis , yaitu : larut dan tidak larut. Makanan kaya serat tidak larut memfasilitasi lewatnya zat yang akan dikeluarkan dari tubuh melalui usus dengan menambahkan air kepadanya. Dengan demikian mempercepat sistem pencernaan dan menjamin fungsi regularnya. Makanan yang mengandung serat larut  juga telah ditetapkan memiliki efek perlindungan terhadap kanker usus besar. Makanan kaya serat larut di sisi lain,telah terbukti mengurangi kadar kolesterol dalam darah lebih dari 20%. dan yang terpenting mampu mengurangi risiko serangan jantung.
Tingkat kelebihan kolesterol dalam darah mengumpul dalam arteri, menyebabkan pengerasan dan
penyempitan arteri , tergantung pada organ  pembuluh darah mana  yang menjadi tempat menumpuknya kolesterol,  gangguan terhubung ke organ yang timbul, misalnya jika kolesterol menumpuk di arteri yang memberi makan jantung, maka akan timbul serangan jantung. Akumulasi kolesterol di pembuluh darah ginjal dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Selain itu, asupan serat larut sangat penting dalam mengatur gula darah dengan mengosongkan perut karena perubahan mendadak dalam gula darah dapat menyebabkan gangguan yang mengancam nyawa. Masyarakat dengan diet kaya serat telah terbukti memiliki resiko yang lebih rendah terhadap penyakit kanker dan jantung.
Serat larut dan tidak larut sangat penting dan bermanfaat  ketika hadir pada waktu yang sama. Ketika keduanya hadir bersama-sama, menunjukan bahwa mereka jauh lebih efektif dalam mencegah kanker daripada ketika mereka memencar. Kehadiran kedua bentuk serat, (larut dan tidak larut) dalam buah ara (Tin) menjadikannya bahan makanan yang paling penting.

Di Indonesia ternyata pohon ara bisa berbuah, apalagi di musim kemarau. Buah ranum warna merah, ungu, hijau dan kuning sesuai jenisnya bisa langsung kita petik dari pohonnya. Kita dapat menanamnya di dalam pot atau di halaman rumah. Memiliki koleksi tanaman langka asal timur tengah ini sangat menyenangkan sekaligus menikmati buah ara dari pohon sendiri dan di halaman rumah sendiri. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar